Discussion

Temen2 yang ingin diskusi topik sekitar statistika dan terapannya, mangga atuh ngisi comment box di bawah.  Bagi yang mau ngasih tanggapan juga dipersilakan.  Mudah-mudahan dapat membantu kita semua belajar statistika bareng2.

Advertisements

48 responses to “Discussion

  1. ass. salam kenal pak
    saya sedang menganalisis data untuk diukur reliabilitasnya. jadi, sekelompok rater diminta untuk menilai sejumlah aitem. saya kemudian menganalisa sejauh mana reliabilitas penilaian antar rater tersebut. saya menggunakan interclass correlation, apakah itu sudah tepat?
    dalam sebuah literatur, disebutkan juga bahwa setelah kita mengetahui reliabilitasnya, kita juga bisa tahu penilaian mana yang konsisten dengan penilaian lainnya, sehingga kita bisa membuat kesimpulan, nah tapi disitu tidak ada cerita ttg perhitungan statistiknya. adakah perhitungan statistiknya? atau kita hanya perlu melihat nilai apa yang keluar paling banyak(modus ya)?
    kalau boleh, mengenai kedua hal ini, saya ingin sekali dijelaskan mengenai langkah2 dalam SPSS nya.
    terimakasih banyak.wass

  2. Mbak Ufi, kasus yang dihadapi saya kira adalah menentukan inter-rater reliability. Sebelum memilih statistik apa yang digunakan, saya kira perlu di cermati dulu skala pengukuran dari datanya. Inter-class correlation seperti yang mbak Ufi sebutkan dipakai kalau skalanya minimal ordinal (likert misalnya). Tapi kalau nominal, tidak ada urutan kategori pada jawaban, maka yang digunakan adalah koefisien Kappa, yang mengukur kesetujuan antar rater.

    Saya asumsikan kasusnya yang pertama. Interclass correlation (ICC) sebenarnya adalah model ANOVA yang digunakan untuk melihat apakah rater (orang yang menilai) memberikan perbedaan nilai pada subjek atau target yang sama. Kalau perbedaan antar rater ini dominan, maka ICC-nya kecil. Kalau yang dominan karena perbedaan subjek/target yang dinilai maka ICC-nya besar. Jadi ICC besar berarti para rater itu memberikan penilaian yang mirip.

    Yang harus hati pada penggunaan SPSS adalah penentuan MODEL dan TYPE. Model harus disesuaikan dengan kondisi rater dan subjek/target. Rater-nya sampel atau semua orang yang mungkin? Target yang dinilai sebagian atau semuanya?

    Sementara Type berhubungan dengan bagaimana kita mendefinisikan ‘kesetujuan’. Apakah yang namanya setuju itu kalau yang satu bilang ‘5’ yang lain juga ‘5’, dan kalau yang lain bilang ‘4’ berarti gak setuju. Atau kalau bilang ‘4’ disebut, yaaaa keduanya setuju juga meskipun gak setuju banget.

    Sayang sekali komputer saya gak ada SPSS. Tetapi mestinya ada di bagian Analyze > Scale > Reliability atau mirip2 gitu lah. TInggal nanti jangan lupa milih model dan type-nya (apakah absolute agreement, atau consistency).

    Pertanyaan yang kedua saya agak rancu, antara mencari subjek yang dinilai konsisten atau menentukan rater mana saja yang konsisten. Untuk memilih rater, saya kira (lagi-lagi karena saya gak punya SPSS) mestinya ada output tentang besarnya ICC jika rater tertentu tidak disertakan. Jika nilainya besar, maka itu adalah rater yang paling tidak konsisten.

    Mudah-mudahan menjawab. Dan mudah-mudahan ada teman lain yang bersedia menanggapi.

  3. pak, saya mau ambil materi taguchi untuk dijadikan skripsi, tapi saya kebingungan dalam mencari materi mengenai orthogonal array, mohon diberi penjelasan yang lebih jelas mengenai orthogonal array.

  4. Mbak Ira, dalam bukunya Hedayat-Sloane-Stufken telah secara komprehensif menjelaskan tentang orthogonal array dengan segala sifat-sifatnya, termasuk hubungan dengan berbagai bidang seperti coding dan experimental design.

    Khusus untuk experimental design, dikupas pada Bab 11 (bab favorit saya, karena bab lain sangat matematis). Rancangannya Taguchi tentu adalah salah satu rancangan yang memanfaatkan OA. Saya coba tuliskan definisi OA di https://bagusco.wordpress.com/2008/10/14/definisi-orthogonal-array/

    Penjelasan yang lebih mudah tentang OA ada di bukunya Wu and Hamada (2000). Saya kira ini juga salah satu buku favorit para experimenter di bidang industri/engineering. Ada baiknya juga baca-baca basic tentang fractional factorial.

  5. Pak Bagus, saya melihat di tengah krisis keuangan global yang sedang bergejolak ini semua instansi/perusahaan harus melakukan efisiensi agar tetap pada ‘keseimbangan’-nya. saya tertarik dengan analisis efisiensi, dimana melihat input dan output instansi/perusahaan. Entah itu tenaga kerja, produksi atau keuntungan yang didapat. Sekarang saya lagi mempelajari Data Envelopment Analysis (DEA). Selain DEA metode apalagi ya Pak, yang bisa digunakan untuk menganalisis suatu ke-efisienan? terkecuali elastisitas dalam ekonomi,mungkin. Terus, dalam DEA yang saya pelajari sampai saat ini, saya menemukan semua data yang dipakai tipe nominal, apakah mungkin untuk menganalisis tipe selain nominal?Kalau nggak bisa pakai pendekatan apa ya Pak?

    Terima Kasih

  6. @erwindra
    DEA pakai data NOMINAL? ya enggak dong….

    as I know, DEA kita gunakan untuk melihat apakah perusahaan kita seefisien perusahaan lain. Untuk dapat melakukan ini, selain kita harus punya data total input dan output perusahaan kita, kita juga harus punya total input dan output perusahaan lain. Data dari perusahaan lain akan dipakai sebagai benchmark. Sehingga usahakan perusahaan pesaing, jangan yang beda level banget. Ilmu linear programming akan banyak digunakan dalam DEA.

    Kenapa namanya envelopment? Sepertinya ini terkait dengan convex optimization, yang bentuk feasible region-nya seperti envelope. Selama masih di dalam envelope, berarti masih belum efisien.

    Analisis lainnya apa? Konsep-konsep balance scorecard saya kira juga harus dilihat, karena jgan sampai perusahaan kita bagus sekarang saja tapi jeblok di kemudian hari. Variabel input-output saja barangkali tidak cukup.

  7. mas bagus, bagaimana caranya kita melakukan penilaian prestasi kerja karyawan (employee performance appraisal)?
    ilustrasinya :
    -misalkan di sebuah perusahaan dengan karyawan sebanyak 55 orang ingin kita nilai prestasi kerja mereka masing2 selama satu tahun, baik itu dari atasan, rekan kerja, bawahan dan penilaian dari diri sendiri.
    -indikator yang ingin kita lihat misalnya ada 5 seperti team work, adaptability, customer relation, achievement dan disiplin.
    -masing indikator nanti kita breakdown lagi.

    Nah pertanyaannya:
    – skala apa yang bagusnya kita gunakan, skala linkert? (1-5, sangat tidak setuju – sangat setuju), terus apakah boleh kalau skala angkanya cuma 4 aja (1-4, skala sedang/3 dihilangkan)?
    – terus bagaimana caranya masing2 mendapatkan penilaian yang objektif, karena antar karyawan jumlah penilai berbeda2, ada yang rekan kerjanya lebih banyak dari yg lainnya, ada yang tidak punya bawahan, dsb?

    oya, sebelumnya apakah ini masuk ke dalam masalah statistika apa bukan? mohon pencerahannya.. Trims..

  8. @riko
    wah kalau ada orang manajemen SDM mau bergabung di diskusi ini, akan sangat membantu.

    Saya hanya akan bicara sebatas aspek statistikanya saja ya…

    Pertama, indikator yang kita bangun sebenarnya bertolak dari bagaimana kita mendefinisikan prestasi. Beda definisi akan beda indikator/variabel. Ada yang bicara prestasi sebatas pada output, tapi ada juga yang bicara juga proses. Yang Riko sebutkan sepertinya gabungan keduanya.

    Kedua, setiap variabel akan diukur dengan banyak indikator, banyak item pertanyaan, banyak scales. Itu wajar, karena tidak memungkinkan kita gunakan satu pertanyaan langsung. Dalam hal ini nanti akan ada masalah (construct) reliability. Pastikan setiap item dalam satu kelompok punya korelasi yang cukup, dan antar kelompok korelasinya rendah. Kalau tidak maka satu item itu akan tumpang tindih antar beberapa variabel.

    Ketiga, masalah pembuatan skala dalam instrumen. Memberikan pilihan berjumlah genap adalah ide yang bagus untuk memaksa responden menentukan sikap. Orang Indonesia memang katanya suka milih yang tengah2. Apa lagi kalau suruh menilai teman sendiri. Hehe, sungkan gitu. Beberapa studi menyebutkan 6 lebih baik daripada 4.

    Keempat, masalah pengukuran –> objektifitas. Ini lebih banyak pengaruh budaya di perusahaan. Karyawan di perusahaan public mungkin akan lebih terbuka dibandingkan karyawan perusahaan keluarga. Kemampuan pewawancara sangat dibutuhkan.

  9. Saya coba kontak via hp beberapa pekan belakangan, tidak nyambung-nyambung. Rupanya sudah di Belgia. Selamat, semoga sukses, cepat selesai, dan kembali ke tanah air untuk melakukan apa saja yang kiranya bermanfaat bagi bangsa. Siapa yang bisa saya hubungi untuk memenuhi kebutuhan saya sebagaimana pernah sempat kita bicarakan dulu? Salam. Adman Nursal

  10. ass. pak bagus, terimakasih atas jawaban terdahulu sangat membantu. saya mau tanya lagi boleh ya?
    nilai ICC nya alhamdulillah oke, jadi penilaian rater itu bisa dilanjutkan.
    nah, untuk mendapatkan angka kesepakatan dari keseluruhan rater itu, apa ada analisis statistik yang lebih advance yang bisa membantu? tadinya saya pakai modus seperti yang pernah saya ceritakan, tapi beberapa pihak menyarankan menggunakan mean. bagaimana menurut bapak?
    terimakasih banyak sebelumnya pak
    wass

  11. @mbak Ufi
    kalau rater-nya tidak terlalu banyak, saya lebih suka pakai rata-rata…

  12. mas, mau nanya kalau indikator dari penilaiain prestasi kerja dan indikator pengembangan karir apa?saya sedang menulis tesis dengan judul pengaruh penilaian prestasi kerja dan pengembangan karir terhadap peningkatan kinerja

  13. pa mau tanya. antara skala likert 1-3 dan skala likert 1-5 dalam penggunaan di kuesioner ada pengaruhnya tidak ?apa pengaruhnya ?
    bagaimana jika dalam penelitian untuk kuesionernya digunakan skala 1-3 masalah yang muncul apa ?
    juga kuesioner digunakan skala 1-5 masalah yang muncul apa ? makasih di tunggu bahasannya.

  14. @mas herdi
    Kalau di ilmu pengukuran, lebih banyak lebih baik. Karena orang bisa milih yang lebih deket sama kondisi dia. Biar mudah mbayanginnya saya kasih contoh, tapi jangan ditiru. Cuma untuk ilustrasi saja.

    Pertanyaan: Punya uang berapa? (pilih yang paling deket)
    Pilihan:
    (a) gak punya; (b) 1 juta; (c) 5 juta

    Kalau lagi punya uang 2.5 juta, maka dia akan milih (b) 1 juta. Selisihnya 1.5 juta.

    tapi kalau pilihannya:
    (a) gak punya; (b) 1 juta; (c) 3 juta; (d) 4 juta; (e) 5 juta

    dia akan pilih (c) 3 juta, selisihnya 0.5 juta. Mudah-mudahan sampai nih apa yang saya maksud lebih banyak lebih baik.

    Namun, perlu diingat juga bahwa lebih banyak lebih membingungkan. Terutama bagi responden yang pendidikannya kurang.

    Kalau disuruh milih salah satu dari: (a) setuju; (b) biasa saja; (c) gak setuju
    mungkin akan lebih mudah, ketimbang milih satu dari:
    (a) setuju banget; (b) setuju; (c) biasa saja; (d) kurang setuju; (e) gak setuju

    Butuh mikir agak lama untuk milih antara (a)/(b) atau (c)/(d).

  15. hallo mas bagus! saya mahasiswa yang lagi nulis skripsi tentang analisis laporan keuangan dengan menggunakan metode DEA. nah ada beberapa yang mau saya tanyakan mengenai metode ini, 1) ada ngga beberapa buku yang berbahasa indonesia yang membahas tuntas tentang DEA ini? siapa pengarangnya? 2) Apa software untuk DEA? 3) bagaimana menentukan input dan outputnya? apakah jumlah banyaknya input dan output harus sama? untuk sementara segitu dulu, mohon di jawab mas Bagus, ini dapat sangat membantu saya, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya!

  16. Assalamu alaikum mas…..
    Semester ini saya ngajar statistik ekonomi, yang antara lain membahas tentang multivariate, tapi setelah membaca beberapa buku, saya kok ga dapet2 ya perbedaan yang mendasar antara analisis cluster, diskriminan, korespondensi, dan metode2 multivariate yg lain ya…hehehe
    bisa minta tolong dijelaskan mas?
    thanks before

  17. Salam kenal, pak.
    Saya sedang membuat skripsi tentang pemilihan kriteria seleksi karyawan.
    Nah saya kan memakai skala likert buat penentuan pendapat tingkat kepentingan kriteria 1= sangat tidak penting s/d 5=sangat penting.
    Nah untuk pemilihan kriterianya saya bolah ga sih menggunakan mean (rataan) setiap butir kriteria. Terus ditetapin hipotesisnya misalnya kriteria yang terpilih adalah kriteria yang mempunyai rataan 3.75 ke atas. Ada dasar referensinya ga? Terima kasih.

    REPLY:
    Saya termasuk orang yang permisif. 🙂
    Silakan saja. Meskipun saya lebih suka tidak perlu didramatisir pakai pengujian, tapi cukup deskripsikan saja datanya.

  18. Assalamualaikum..

    pak bagus,,saya mau tanya pak..
    bapak tahu tentang regresi tersegmen?

    konsepnya seperti ini,,
    ada 2 persamaan regresi,
    kemudian kita ingin menggabungkan kedua persamaan itu menjadi satu persamaan regresi,nah persamaan yang kita dapat dengan menggabungkan kedua persamaan itulah yang disebut regresi tersegmen.

    seingat saya tidak pernah dipelajari di kuliah analisis regresi,,,
    apakah itu termasuk multivariate ya?
    mohon bantuannya.
    terimakasih

    REPLY:
    Jenis regresi itu sebenarnya muncul karena keinginan memiliki model dengan bentuk hubungan yang menyerupai hubungan yang sesungguhnya. Pada regresi linear, kita asumsikan pada rentang X bentuk hubungannya linear dengan hanya satu buah bentuk persamaan. Dalam regresi ini tidak. Misal, antara X yang bernilai 0 s/d 100 hubungan X dan Y berupa garis lurus, tapi untuk nilai X antara 100 s/d 200 berupa kuadratik.

    Problemnya, jika diduga pada masing2 segmen, maka jika digabung kurvanya bisa tidak nyambung (tidak kontinu). Kalaupun kontinu, mungkin tidak dapat diturunkan (tidak dapat didiferensiasi). Makanya muncul ide “spline regression” sebagai pengembangan lanjutan “piecewise regression”.

    Selanjutnya tentang istilah “multivariate” masih ada dua pendapat. Saya sendiri tidak memasukkannya dalam kelompok multivariate, kalau response variable-nya cuma satu.

  19. Assalamualaikum pak bagus..

    Bagus sekali blognya, bisa dapat banyak ilmu.
    Pak, ada yang mau saya tanyakan.. Fungsi unit root test pada regresi apa ya? Bagaimana menjalankan test akar unit tersebut?dengan program apa? Apa benar unit root test sebagai salah satu cara mengatasi otokorelasi pada regresi model?

    Terima kasih..

    • @indri
      Unit root test dikembangkan untuk melihat apakah suatu data time series bersifat stasioner atau tidak. Series yang memiliki “unit root” adalah series yang tidak stasioner.

  20. Pak, ada yang mau saya tanyakan lagi,
    Apakah perlakuan balanced panel data dengan unbalanced panel sama? Jika beda, dmn perlakuan bedanya? (menggunakan EViews 5.1)

    Apakah dampak penambahan AR(1),sebagai transformasi first difference,pada model?

    Apakah transorfmasi juga dapat dilakukan dengan lagged pada independent variabe?
    Dan mana yang lebih baik?

    Jika model dilakukan treatment hingga 2 macam atau lebih untuk perbaikan uji asumsi, apakah model tersebut menjadi tidah sahih?

    Terima kasih..

    • @mbak Indri
      mohon maaf saya tidak tahu banyak tentang panel data dan analisisnya. mudah2an ada yang baca halaman ini dan bisa memberikan jawaban.

      Model AR(1) berbeda dengan melakukan transformasi difference. Dengan melakukan transformasi difference, koef Y(t-1) adalah 1. Tapi di AR(1) tidak.

      Penggunaan AR(1) dikarenakan adanya (auto)korelasi antara pengamatan sekarang dengan pengamatan sebelumnya. Memodelkan variabel yang di-difference-kan dimaksudkan untuk melihat pengaruh suatu faktor terhadap perubahan variabel dependent.

      Memasukkan lagged value dari independent var? tentu boleh. Harga cabe saat ini, mungkin adalah model dari produksi pade minggu lalu.

  21. Jadi, bagaimana ya interpretasi AR(1) tersebut bila suatu model ditambahkan AR(1)?

    Terima kasih..^^ sangat membantu..

  22. Pak Bagus mau nanya, apakah ilmu tentang Fungsi Transfer itu adalah ‘turunan’ atau bagian dari ilmu Multivariate Time Series itu sendiri Pak ?

    kalo berbeda, perbedaannya terletak dimana Pak ?

    terima kasih Pak Bagus

    • Istilah “multivariate” ada dua pendapat. Ada yang bilang kalau Y-nya lebih dari satu, baru multivariate. Tapi ada yang bilang, asal lebih dari satu variabel yang dianalisis maka disebut multivariate.

      Tapi yang jelas, fungsi transfer tentu melibatkan lebih dari satu variabel time series. Digolongkan multivariate analysis atau tidak, menurut saya gak penting.

  23. Aslmkm

    Pa mau tanya…
    bapak pernah ikut statistics conference di luar negeri?
    ada ga pak dalam waktu dekat ini conference semacam itu,
    biasanya ngirim abstrak y pak?

    ada yg akomodasinya di tanggung panitia??
    trimakasih atas infonya

  24. assalamualaikum
    pak mau tanya,,,
    neural network punya hubungan ga sama statistics?
    klo punya sejauh mana ya pak keeratannya?
    trimakash

  25. Baru tau ada blog pak bagus,,,

    Pak bagus saya mau tanya,, klo saya mau melakukan peramalan timeseries dgn pemodelan kan harusnya pakai ARIMA,,, tapi masalahnya peubah2 saya ini berkorelasi pak,,(ada multikolinearitas pada data saya),,, jadi lebih baik pakai multivariate timeseries ya pak???tapi saya blom ngeh pak ttg multivariate timeseries,,,banyak bgt,,fungsi transfer,,spektral,,vektor time series,,,dll

    yang sesuai untuk kasus saya yang mana ya pak?? ada buku referensi pak?? terima kasih sebelumnya,,,

    • @tiara: kalau saling terkait itu ada baiknya dicoba model simultan… atau coba lihat-lihat model vector auto-regression (VAR)… Kalau sudah pernah belajar ARIMA…pindah …

  26. model simultan apa siy pak?

  27. Aslm pak bagus,, mau tanya,,,

    kalau pada data deret waktu,,, datanya multikol itu
    memang sama dengan data komposit ya pak,,,
    hehe,,,

    ringkasnya,,, apakah composite time series =
    data time seriesnya multikol,,??

    pertanyaan kedua,,, apakah data yang multikol / composite time series itu sudah pasti galatnya tidak menyebar normal dan perlu ditransformasi??

    terimakasih Pak,,

  28. pak bagus, mau nanya nih. sy awam sekali dgn statistik tp bgmnpun krn sedang menulis penelitian harus belajar juga deh 🙂

    jika saya sudah punya kategorisasi nilai untuk misal:
    skor 1 : rejection, yg artinya si responden menolak hal2 dalam pertanyaan yg diajukan.
    skor 2 : compliance, yg artinya si responden memenuhi hal2 dalam pertanyaan yg diajukan sekedar memenuhi kewajiban.
    skor 3 : pro activity, yg artinya si responden secara aktif melakukan hal2 dalam pertanyaan.
    skor 4 : dst sampai skor 6 (genap)

    maka:
    1. apakah itu termasuk skala likert? jika likert, bagaimana menjelaskan jika skalanya genap?
    2. skalanya ordinal atau rasio?
    terima kasih

  29. pa kbr mas? saat ini sy sedang menulis skripsi,, kt DP sy,, penelitian sy menggunakan interrater reliability. sy jujur masih bingung dan blm begitu paham. sebenarnya bagaimana sih menggunakan interrater relblity,, trs ada rumus yang terkait gak? ada buku tentang teori itukah? kalo ada pa namanya?
    penelitian sy adalah sebuah tes writing.
    trimakasih n mohon di balas.

  30. Siang Pak Bagus
    Mau tanya, bagaimana menentukan threshold pada metode Threshold cointegration Vector Autoregressive (TVAR) dan Threshold Vector Error Correction Method (TVECM).
    Apakah secara horison (time), atau yang lain.
    Mohon pencerahan Pak, trimakasih.

  31. Malam Pak,
    Saya mau tanya Pak ..

    Biasanya kan kalau uji hipotesis dalam statistik menggunakan interval konfidensi sebesar 5%,
    nah kalau dirunut-runut,angka 5% itu didapat dari mana Pak?

    Oya Pak, bagaimana cara perhitungan manual untuk mencari P-value?
    Terima kasih sebelumnya :))

  32. 5% itu angka tradisi saja. kebiasaan orang pake itu. tidak ada aturan khusus berapa yang harus digunakan.

    p-value adalah nilai peluang dari angka parameter lebih besar dari statistik uji. manualnya ya tinggal mengintegralkan fungsi peluang (density prob fuction) dari statistik yang akan diduga, dengan batas integral antara nilai statistik hasil perhitungan dan nilai tak hingga.

  33. Mas,kalau skala likert 1-3 teori pendukungnya ada di mana ya? Krn kebanyakan org familiar dg 1-4,1-5. Sy menggunakan 1-3 dlm skripsi sy, tp banyak dipertanyakan…. Mohon bantuannya. (di-email lbh bagus,mas…) Terima kasih 🙂

  34. Assalamu’alaikum, salam kenal mas.

    sy baru mulai nyusun skripsi mas tentang efisiensi merger produk (smartfren). Selain metode DEA ada metode yg lain ga’ ya mas, misalkan yg lebih baru?semisal pakai DEA, haruskah dibandingkan dengan perusahan sejenis (smartfren)? mohon arahannya mas..#masihbanyakbelajar

    suwun

  35. Ass. Pak Bagus,

    Blog nya sangat bagus sekali pak Bagus. Pak, saat ini saya sedang menyusun skripsi tentang terjemahan yang menggunakan metode deskriptif, namun dosen pembimbing meminta sy supaya menggunakan inter-rater reliability. Pertanyaan sy, apa yg harus sy lakukan, karena sy menggunakan metode deskriptif yg meminta 3 rater utk menilai accuracy, naturalness dan clarity dalam terjemahan. Ini semua tidak menggunakan nominal angka ataupun kuesioner. Metode apa yg harus sy mulai lakukan?
    Mohon bantuannya. Mohon jawabannya ke email saja pak.
    Matur nuhun Pak Bagus 🙂

  36. Pak agus, saya sedang skripsi tentang pengembangan produk bahan ajar kimia.instrumen yg digunakan menggunakan skala likert 1-4. Jika saya menggunakan uji statistik Anova untuk menghitung konsistensi interrater bolehkah saya menghitung lagi reliabilitas instrumen menggunakan pearson? Untuk mengetahui produk yg saya buat layak atau tidak, adakah uji statistik yg bisa digunakan?

  37. Pak Agus sy mau nanya, sy sedang melakukan penelitian dengan DEA, salah satu kelemahan DEA kan sulit mnggunakan uji hipotesis scr statistik, yg sy mau nanya kenapa DEA tdk bisa menggunakan statistik ? dan sy ditanya dosen pmbimbing apakah ini kuantitatif apa kualitatif, krn ktnya kalau kuantitatif hrs menggunakan statistik? mohon penjelasannya Pak Agus
    Terima kasih seblumnya

  38. Ass. Pak Bagus,
    Saya sedang menganalisis data dengan menggunakan analisis Data Envelopment Analysis (DEA). Saya ingin bertanya mengenai beberapa isitilah di dalam DEA. Apa yang dimaksud dengan Slack Movement dan Radial Movement dalam DEA?
    Terima Kasih sebelumnya

  39. Selamat malam, pak Bagus
    apakah skala likert bisa menggunakan angka genap? Setahu saya, interval antar nilai harus setara atau sama. nah kalau misalnya genap kan interval antar nilainya tidak sama. Kalau bisa, buku / penelitian mana yang mendukung / memperbolehkan skala likert dengan interval genap?
    Terima kasih

  40. saya mau tanya pak Bagus,
    kalau dalam regresi spline apakah perlu adanya uji asumsigalat? karena pada beberapa literatur ada yng dilakukan uji galat, namun pada teori spline adalah model nonparamterik, bukannya nonpar itu bebas asumsi ya?

  41. siang pak.. saya musayemah saya saat ini sedang tugas akhir…. saya ingin menanyakan pak skripsi saya menggunakan metode observasi yang butuh observer. sehingga butuh menyamakan persepsi antara peneliti dan observer … nah itu gmn ya pak caranya … item pernyataan di lembar observasi saya berjumlah 15. mohon bantuannya ya pak

  42. maaf sobat, perkenalkan suwarno, sekarang membuat tugas pengembangan rubrik penilaian kompetensi akuntansi.
    yang sudah saya lakukan
    1. membuat rubrik penilaian dgn kritria, 1 s.d. 4
    2. meminta kepada 12 orang guru (rater) untuk menilai hasil pekerjaan siswa dengan menggunakan rubrik yang saya buat,
    permasalahan yang saya hadapi.
    1. metode analisis validitas dan reliabiltas apa yang harus saya gunakan.
    2. jumlah yang harus dikoreksi setiap guru (rater)
    saya ingin mengetahui konsistensi rubrik yang saya kembangkan.
    tolong saya diberi bimbingan bagaimana seharusnya.
    makasih

  43. Tri Wulandari Kesetyaningsih

    Saya bu Tri, mau bertanya. Dalam membuat suatu model dibutuhkan beberapa uji asumsi sebagai langkah awalnya. Jika dari beberapa uji asumsi telah terpenuhi pada level tgk kepercayaan 95%, tetapi ada satu uji asumsi yang hanya terpenuhi pada level 90%. Jika data kemudian diteruskan untuk membuat model, apakah akibatnya pada model yang dihasilkan? Demikian, terimakasih untuk penjelasannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s