sekedar pet crepet

Derajat Bebas

November 27, 2008 · 10 Comments

Tampaknya suatu kebetulan, kalau minggu ini ada tiga orang yang ngajak diskusi tentang derajat bebas (degree of freedom).  Dan tiga-tiga-nya lewat jalur berbeda, dengan tiga profesi berbeda.  Satu orang mahasiswa yang tiba-tiba nongol lewat YM di pagi buta.  Satu orang calon pegawai negeri yang muncul di komentar salah satu notes (mantan mahasiswiku).  Satu lagi lewat email oleh mantan pembaca berita di salah satu televisi yang sekarang katanya udah jadi konsultan.

Saya salin dan edit dikit jawaban yang saya berikan kepada orang terakhir.

——————

Halo juga Pak *****… wah hari ini saya ngobrol sama dua konsultan ini.  Betapa beruntungnya saya.  Hehe.  Otak jadi ikut senam kalau ngobrol sama teman2 konsultan.
 
Kapan2 saya harus belajar ilmu-nya sampeyan Pak.
 
Saya ada di tingkat empat waktu itu, ketika makan siang bareng salah seorang konsultan juga, beliau bertanya persis dengan Pak *****.  Eh, tau gak sih gimana njelasin derajat bebas (I prefer this words, rather than ‘derajat kebebasan’).  Beliau nanya gitu gara-gara ada salah satu teman beliau yang sekarang jadi direktur salah satu perusahaan marketing research, baru balik dari Amerika, kemudian mengatakan bahwa “gak percuma saya jauh2 ke amerika, karena saya akhirnya tau apa itu derajat bebas”.
 
Saya bilang ke si konsultan teman makan siang tadi.  Give me one-or-two days, and I will answer your question.
 
Besok paginya saya kabur ke perpustakaan.  Untuk mencari jawaban apa itu derajat bebas sehingga saya bisa dengan mudah menjelaskan.  Setelah buka2 buku (waktu itu saya masih internet illiterate hahaha), saya coba sarikan penjelasannya seperti ini.
 
Andaikan Pak ***** punya tiga mangkok dan satu koin.  Mangkoknya taruh di meja dengan posisi telungkup.  Then, masukkan koin ke salah satu mangkok dan acak2 deh posisinya.  None knows which bowl containing the coin. 
 
Bagaimana saya tau di mangkok mana ada koinnya?  Gampang.  Buka aja mangkoknya.  Tapi tunggu dulu.  Apa perlu kita buka tiga-tiganya?
 
No.  Cukup dua saja, maka kita tahu dimana koinnya.
 
We can say that, informasi pada mangkok ketiga tidak bebas.  Kalau dua mangkok yang kita buka, gak ada koinnya.  Maka kita tahu PASTI kondisi mangkok ketiga.
 
Demikian juga kalau dari salah satu mangkok yang kita buka ada koinnya, kita juga tahu dengan PASTI bahwa di mangkok ketiga gak ada koin.
 
In this situation, derajat bebasnya adalah dua.
 
Bagaimana dengan di data?  Gampangnya gini.  Kalau Pak ***** punya tiga data, sebutlah X1, X2, dan X3.  Kemudian pak ***** tahu rata-ratanya, misal nilainya 100.  Maka nilai X1, X2, dan X3 yang bebas cuma dua.  Kalau X1 = 150, X2 = 50, maka X3 udah gak bebas lagi.
Itu kenapa pada beberapa analisis yang hanya bicara menduga satu parameter, derajat bebasnya adalah (n-1).
 
Kalau kita punya lebih dari satu statistik, misal di regresi kita punya b0 dan b1, maka derajat bebas error-nya jadi (n-2), karena akan ada sebanyak (n-2) data yang bebas, sedangkan 2 data lain bisa kita dapatkan kalau kita tau nilai dari (n-2) data.

Categories: statistika
Tagged:

10 responses so far ↓

  • rahmat_stk43 // December 13, 2008 at 4:17 am | Reply

    wah…ternyata waktu saya tanya tentang db itu, masih pagi buta ya…. maaf pak ya… But I am glad coz I can spread that explaination to my friend and another person who ask about df… they were glad to hear simple explaination about… thanks a lot sir..

  • nedia // April 1, 2009 at 3:38 am | Reply

    hm,,,klo masalah mangkok dah jelas,,,tapi kenapa ketika ada b0 dan b1 jadi ada 2 nilai yang tidak bebas dan bisa diketahui jika n-2 lainnya diketahui??
    pengertian derajat bebas secara verbal apa C..?

    jadi boleh disimpulkan gak,klo buat semua df = n – k,,dimana n adalah jumlah observasi ,,,dan k adalah jumlah estimasi parameter…?
    mohon di jawab ya…
    makasih…

  • nna // May 16, 2009 at 12:01 pm | Reply

    apa arti derajat bebas secara umum? apakah pengertian df pada regresi sama dengan df pada rancangan percobaan?

  • Chino // May 28, 2009 at 2:49 am | Reply

    Pak mo nanya nich, masalah df pada rancob, kebetulan saya lagi ngerjain tugas tentang strip plot design and split-split plot design pada rancob, yang mau saya tanyakan, kenapa df galat ke-c (galat c) dan df total pada strip plot design and split-split plot design dengan 1 data hilang kok masing-masing dikurangi dengan satu, dimana satu adalah banyaknya data hilang?kok bisa dapat seperti itu ya pak? trus df galat b dan df galat a kenapa tidak dikurangi 1 juga? Mohon bantu saya menelusuri alur berpikirnya, terimakasih

  • kiki // June 8, 2009 at 3:28 am | Reply

    im glad ur explanation,that is easy real understanding.tq sir

  • gosset // July 12, 2009 at 2:00 am | Reply

    analogi yg sederhana. . .

    thanx :)

  • widya // July 16, 2009 at 6:07 am | Reply

    Saya siap seminar tugas akhir, dosen penguji nanya tentang derajat bebas untuk metode structural equation modelling (SEM)., lalu saya jawab merupakan jumlah parameter yang akan diestimasi. Jawabannya SALAH…. Jadi saya bingung apa sebenarnya degree of freedom?? mohon balasannya, makasi ^_^

  • Simon // November 22, 2009 at 4:48 pm | Reply

    Pak mau tanya kl nilai n yg satu d bawah 30 dan yg satux pake n d atas 30, qta harus pake rumus yg pake tabel T or Z? Tolong segera d balas via email thx…

  • Wahyu // December 4, 2009 at 10:13 am | Reply

    Baru tau nih. Selama ini saya selalu nyangka derajat bebas itu cuma terkait sama jumlah dimensi di dalam fungsi. Ternyata penjelasan di sini lebih umum :)

    Dan setelah dipikir-pikir bener juga ya, seandainya ada fungsi f(x,y,z) berarti jumlah derajat bebasnya (n-1) = 4-1 = 3, karena kalo nggak, si nilai f(x,y,z) ikut dihitung, sementara jelas bahwa f(x,y,z) bukan variabel bebas wong dia tergantung x, y, dan z. xD

    Mantep jaya Gan! Nuhun!

  • haus ilmu // January 2, 2010 at 1:19 pm | Reply

    kenapa ya derajat kebebasan = n – 3??
    3 itu di ambil dri analisis apa??
    tq

Leave a Comment